Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Inovasi Unik Jaket Anti Ngantuk Karya Siswa SMA IT Al Irsyad Purwokerto
Posted in Informasi, Pendidikan on 19.10 by Iqbal Huda AmanullahKelas 8E Istanbul SMP Al Irsyad Purwokerto
Posted in Galeri, Pendidikan on 12.45 by Iqbal Huda AmanullahPidato Bahasa Arab Untuk Anak Tentang "Bahasa Arab, Sunnah dan Islam"
Posted in Artikel, Download, Pendidikan on 21.52 by Iqbal Huda Amanullah
اَلسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه
إِنَّ
الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُه وَ نَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّأتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَهُوَ
الْمُهْتَد و مَنْ يُضْلِلْه فَلَنْ تَجِدَ وَلِيًا مُرْشِدًا. أَمَّا بَعْد
قَالَ
تَبَارَكَ وَ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْم، بَعْدَ أَنْ أَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بسم الله الرحمن الرحيم
"إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ"
KURIKULUM NABAWI (2): PENDIDIKAN KADERISASI REGENERASI
Posted in Artikel, Pendidikan, Sejarah on 21.29 by Iqbal Huda Amanullah
Masih ingatkah kita akan seorang remaja yang ikut berbaris di antara kaum muslimin yang tengah bersiap siap menuju medan Uhud. Namanya Zaid bin Tsabit. Usianya baru 13 tahun, menenteng pedang yang panjangnya hampir sama dengan ukuran tinggi badannya. Remaja yang sangat bersemangat ini membuat hati Rasulullah bahagia, tapi kemudian Rasulullah mengatakan kepadanya, “Engkau masih terlalu muda, pulanglah.” Maka pulanglah remaja ini dengan sedikit kecewa. Singkat cerita, karena kecerdasannya suatu hari Rasulullah berkata kepadanya, “Pelajarilah kitab Yahudi, sesungguhnya mereka tidak percaya dengan apa yang aku bawa dan apa yang aku katakan kepada mereka.” Kemudian iapun menguasai bahasa Ibrani bahkan Suryani. Hingga di kemudian hari ia menjadi penerjemah Nabi dan salah satu sahabat yang berjasa besar dalam membukukan Al-Qur’an.
Tentunya kita juga masih ingat akan seorang anak muda yang dijuluki dengan “Kesayangan Putra Kesayangan”. Dialah Usamah bin Zaid bin Haritsah. Putra dari anak angkat Rasulullah yang sangat disayanginya. Usianya masih 18 tahun, tapi Rasulullah mempercayakannya untuk memimpin pasukan besar yang terdiri dari sahabat-sahabat besar untuk berperang berhadapan dengan pasukan Romawi yang secara matematis lebih kuat daripada pasukan Muslimin.
Tentunya kita juga masih ingat akan seorang anak muda yang dijuluki dengan “Kesayangan Putra Kesayangan”. Dialah Usamah bin Zaid bin Haritsah. Putra dari anak angkat Rasulullah yang sangat disayanginya. Usianya masih 18 tahun, tapi Rasulullah mempercayakannya untuk memimpin pasukan besar yang terdiri dari sahabat-sahabat besar untuk berperang berhadapan dengan pasukan Romawi yang secara matematis lebih kuat daripada pasukan Muslimin.
KURIKULUM NABAWI (1): PROPHETIC QUANTUM TEACHING
Posted in Artikel, Opini, Pendidikan on 06.57 by Iqbal Huda Amanullah
Aktivitas Pendidikan di masyarakat akan dipengaruhi oleh dasar pemikiran dan falsafah yang berkembang di masyarakat tersebut. Apakah itu masyarakat dengan paham atheisme, liberalisme dsb. Begitu juga dengan pendidikan Islam. Pendidikan Islam tumbuh dan berkembang atas dasar pemikiran dan falsafah Islam yang ada sejak diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari segala aspek dan sisinya adalah percontohan ideal dan paling sempurna tiada tandingannya bagi Muslimin secara khusus dan seluruh manusia secara umum tidak terkecuali sisi kehidupan beliau dalam melakukan pendidikan dan pembinaan umat Islam.
Melihat kembali kehidupan Rasulullah sebagai jalan mewujudkan pendidikan Islam yang baik tidak berarti pemikiran ini mengikuti aliran rekonstruksionisme dalam filsafat pendidikan yang merujuk kembali tatanan nilai dan norma yang sudah ada yang terbukti berhasil mewujudkan kehidupan yang baik dengan menatanya kembali tanpa menolak pembaharuan-pembaharuan yang ada, termasuk pemikiran progresivisme. Pemikiran pendidikan Islam yang saya maksudkan di sini juga tidak berarti dengan kita akan sepakat dengan aliran perenialisme yang menolak segala sesuatu bentuk pemikiran yang bersifat baru. Tapi, melihat kembali kehidupan Rasulullah sebagai sebuah acuan dalam menjalankan pendidikan adalah sebuah keharusan dan pemikiran Islam yang paling ideal serta sempurna dari pemikiran pendidikan Islam secara khusus dan pemikiran pendidikan secara umum yang pernah ada.
Melihat kembali kehidupan Rasulullah sebagai jalan mewujudkan pendidikan Islam yang baik tidak berarti pemikiran ini mengikuti aliran rekonstruksionisme dalam filsafat pendidikan yang merujuk kembali tatanan nilai dan norma yang sudah ada yang terbukti berhasil mewujudkan kehidupan yang baik dengan menatanya kembali tanpa menolak pembaharuan-pembaharuan yang ada, termasuk pemikiran progresivisme. Pemikiran pendidikan Islam yang saya maksudkan di sini juga tidak berarti dengan kita akan sepakat dengan aliran perenialisme yang menolak segala sesuatu bentuk pemikiran yang bersifat baru. Tapi, melihat kembali kehidupan Rasulullah sebagai sebuah acuan dalam menjalankan pendidikan adalah sebuah keharusan dan pemikiran Islam yang paling ideal serta sempurna dari pemikiran pendidikan Islam secara khusus dan pemikiran pendidikan secara umum yang pernah ada.
Sebagai Muslim, Bagaimana Sikap Kita Terhadap Hari Ibu?
Posted in Artikel, Opini, Pendidikan on 03.41 by Iqbal Huda Amanullah
22 Desember, bagi kita sebagai orang Indonesia tentu mengingatnya sebagai hari Ibu meskipun kita tahu sebagai Muslim bahwa berbakti kepada Ibu (dan Bapak) tidak harus di hari Ibu atau hari Bapak, karena berbakti kepada Ibu dan Bapak adalah kewajiban agama yang tak terelakkan hingga mereka sudah tiada sekalipun.
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14)
Ada yang menyebut “hari Ibu” sebagai sebuah bid’ah, bahkan sebuah kesesatan karena ajaran Islam tidak pernah mengenal “hari Ibu” sama sekali. Lantas sebagai seorang Muslim yang baik bagaimana kita menyikapi adanya hari Ibu?
Kenapa Sulit Menghafal Al-Qur'an?
Posted in Artikel, Pendidikan on 17.29 by Iqbal Huda Amanullah
Menjadi penghafal Al-Qur’an (hafidh) adalah dambaan setiap mukmin; dambaan seorang pelajar Muslim, yang didambakan orang tua dari anaknya. Bahkan semakin banyak penghafal Al-Qur’an maka berbanggalah umat Islam karena berarti bertambah banyak pula para penjaga Al-Qur’an.
Menghafal Al-Qur’an bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar kita. Tentunya kita sering mendapati diri kita sendiri atau bahkan anak-anak dan siswa-siswi kita kesulitan menghafal Al-Qur’an? seperti lidah yang seolah-olah tercekat ketika melafadhkan ayat-ayat Al-Qur’an, hafalan yang hilang begitu saja, dan salah huruf dan harokat yang diucapkan.
Ada beberapa hal yang menyebabkan kita sulit menghafal Al-Qur’an.
Langganan:
Postingan (Atom)








